Senin, 30 Januari 2012

Diary Depresiku

Malam ini hujan turun lagi
Bersama kenangan yang
ungkit luka di hati
Luka yang harusnya dapat
terobati
Yang ku harap tiada pernah
terjadi
Ku ingat saat Ayah pergi, dan
kami mulai kelaparan
Hal yang biasa buat aku,
hidup di jalanan
Disaat ku belum mengerti, arti
sebuah perceraian
Yang hancurkan semua hal
indah, yang dulu pernah aku
miliki
Wajar bila saat ini, ku iri
pada kalian
Yang hidup bahagia berkat
suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku
bandingkan dengan hidupku
yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku
terus bertahan
Mungkin sejenak dapat aku
lupakan
Dengan minuman keras yang
saat ini ku genggam
Atau menggoreskan kaca di
lenganku
Apapun kan ku lakukan, ku
ingin lupakan
Namun bila ku mulai sadar,
dari sisa mabuk semalam
Perihnya luka ini semakin
dalam ku rasakan
Disaat ku telah mengerti,
betapa indah dicintai
Hal yang tak pernah ku
dapatkan, sejak aku hidup di
jalanan
Wajar bila saat ini, ku iri
pada kalian
Yang hidup bahagia berkat
suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku
bandingkan dengan hidupku
yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku
terus bertahan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.